Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

Bab 6

  Sam?   Suara seseorang terdengar. Barangkali hanya bayangannya saja. Sam menoleh.   Ak, dalam tubuh aslinya, melayang di sana. Lensa birunya berkilau, balas menatapnya. Kelegaan yang tak pernah dia rasakan  mengaliri dirinya saat dia memaksa kakinya untuk berdiri.     “Ak.” Sam menarik nafas panjang, sebelum melanjutkan ucapannya. “Bagaimana dua robot itu?”     Hancur. Ak menjawab, tubuhnya melayang-layang sementara dia memindai Sam dari segala penjuru. Begitu kau pergi, aku mengaktifkan ledakan bunuh diri di robotku, menghancurkan kami semua dalam proses. Seharusnya mereka tak mengganggu kita lagi.    “Baguslah.” Sam terdiam. “Jadi apa yang kita lakukan di sini? Apa yang terjad-?”     Masuk ke dalam. Ak berkata, tangan mekaniknya meraih pegangan pintu. Dengan bunyi klik pelan, pintunya membentang terbuka. Sam melangkah mengikuti Ak dari belakang, memasuki ruang kerja ayahnya.    Ruanga...

Bab 5

  Sam sangat terguncang dengan insiden itu.    Dia nyaris tak ingat bagaimana perjalanan pulangnya hari itu: ke laut, daerah pembangunan, memasuki kota, hingga kembali ke kabin. Hanya memori samar-samar tentang Ak menyeretnya melalui itu semua.   Selama hari-hari ke depan, bahkan ayahnya yang sibuk segera menyadari ada yang salah dengan Sam. Tetapi tak ada yang bisa dilakukannya, bahkan Ak tutup mulut soal kejadian itu.   Begitu hanya tinggal mereka berdua, Sam sibuk berpikir, mencoba mengira-ngira apa yang sebetulnya terjadi di fasilitas penelitian. Untuk apa tempat itu dan kenapa fasilitas kota tampaknya sama sekali tak tahu soal itu? Apa gunanya cairan ungu yang disimpan di situ dan kenapa mereka tak ada di tempat lain? Siapa si Sosok Bertudung, Vae, dan orang yang datang menyelamatkannya itu? Tapi semuanya berlalu tak terjawab. Ak mencoba meretas data-data kota demi mendapatkan informasi, tapi dia antara gagal menerobos masuk atau mendapatkan data...

Bab 4

   Sam lumayan tercabik antara pulang atau terus menjelajah.     Lorong itu segera berakhir begitu mereka bertemu sebuah pintu. Kotak kargo bertebaran di sekitarnya. Begitu mereka melangkah melewatinya, ruangan terbuka yang luar biasa besar segera menyambut mereka di depan: jembatan membentang di seluruh ruangan, berkelok dan naik-turun, dibatasi dengan rantai. Jembatan itu menghubungkan ruangan-ruangan berbentuk kubus yang tampak melayang begitu saja. Saat Sam melihat ke belakang, terlihat kalau lorong yang baru saja mereka lalui merupakan salah satu ruangan kubus itu.   Tabung cairan keunguan masih ada dimana-mana, tapi jauh lebih besar dibanding yang mereka lihat sebelumnya. Robot yang mereka lihat tadi tampak banyak berkeliaran, membawa kotak dan melakukan banyak tugas yang tak dipahami oleh Sam.   Sam penasaran untuk masuk, tapi suara Ak mencegahnya. Jangan. Lensa mereka bergerak mengarah ke atas, menunjukan robot-robot bulat seperti Ak,...

Bab 3

  Satu minggu di kota baru, harapan Sam terwujud, tapi tidak dengan cara yang disukainya. Ak memang berhenti mengoceh soal sistem kota, tapi dia tak bisa lama-lama di kabin. Ayah segera sibuk dengan pekerjaannya, dan lama-kelamaan Ak harus ikut dengannya untuk membantu dengan apapun yang ayahnya lakukan. Sam sendiri dikirimi satu unit robot dari pusat kota, tapi tak ada apapun yang dilakukan guru-robotnya selain berbicara datar soal subjek yang dipelajari dengan cara yang akan membuat Ak terdengar seperti seorang pemimpin teater.    Bagaimanapun juga, tak setiap hari dia harus terjebak di dalam kabin dengan robot itu. Kadang-kadang Ak atau juga ayahnya bisa libur, dan mereka menyelamatkan Sam hari itu, walau yang paling bagus yang mereka bisa lakukan hanya keluar melihat-lihat kota. IrAu jauh lebih besar dari yang mereka kira, penuh dengan labirin yang terdiri dari banyak lorong-lorong tinggi. Ada museum yang memamerkan tumbuhan dan benda misterius dari kedalaman laut, hi...